Sejarah Sebagai Peristiwa, Ilmu, Kisah, dan Seni

Posted by Aris Fourtofour on Minggu, 31 Maret 2013

Sejarah Sebagai Peristiwa, Ilmu, Kisah, dan Seni- JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Melupakan sejarah) yang dulu diajarkan oleh presiden pertama kita, Ir. Soekarno. Dengan belajar sejarah kita akan mendapat dan mengambil sebagai pelajaran dari masa lalu.

Sejarah sebagai peristiwa
Sejarah adalah peristiwa yg terjadi pada masa lampau sejarah sebagai peristiwa merupakan sejarah sebagaimana terjadinya (historie realite). Pada dasarnya adalah objektif ojektivitas sejarah sebagai peristiwa pada fakta yg berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yg benar-benar terjadi.

Sejarah Sebagai Peristiwa, Ilmu, Kisah, dan Seni
Sejarah Sebagai Peristiwa, Ilmu, Kisah, dan Seni
Tidak semua peristiwa di masa lalu dianggap sebagai sejarah. Suatu peristiwa dianggap sebagai peristiwa jika peristiwa itu dapat dikaitkan dengan peristiwa yg lain sebagai bagian dari proses atau dinamika dalam suatu konteks historis. Antara peristiwa-peristiwa itu terdapat hubungan sebab akibat. Penyebab merupakan hal yg menyebabkan suatu peristiwa dapat terjadi kesinambungan antara peristiwa yg satu ke peristiwa yg lain dalam hubungan sebab akibat terdapat dalam konteks waktu,pelaku,dan tempat

Sejarah sebagai ilmu
Sejarah sebagai ilmu positif berawal dari anjuran Leopold von Ranke kepada para sejarawan untuk menulis apa yg sesungguhnya terjadi.dengan menulis apa yg terjadi, sejarah akan menjadi objektif. Sejarah dapat dilihat sebagai ilmu dengan karakteristik tertentu. Sejarah termasuk dalam ilmu manusia yg dalam perjalanan waktu di pecah menjadi ilmu sosial dan ilmu kemanusiaan.

Sejarah termasuk ilmu empiris, Karena itu lah sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Karena sejarah berbicara tentang manusia, biasanya sejarah di masukkan dalam ilmu kemanusiaan.akan tetapi, sejarah berbeda dengan antropologi dan sosiologi.sejarah membicarakan manusia dari segi waktu.

Sejarah juga melihat kesinambungan yg terjadi dalam suatu masyarakat. Sejarah juga melihat pengulangan peristiwa yg terjadi pada masa lampau. Sejarah juga melihat perubahan yg terjadi di dalam masyarakat yg biasanya disebabkan oleh pengaruh dari luar.

Dalam maneliti objeknya, sejarah berpegang dengan teorinya sendiri. Selain mempunyai teori, sejarah juga mempunyai generalisasi seperti ilmu lain, sejarah juga menarik kesimpulan-kesimpulan umum.sering kali generalisasi sejarah merupakan koreksi atas kesimpulan-kesimpulan ilmu lain. Untuk itu sejarah juga mempunyai metode sendiri, berbeda dengan hukum ilmu-ilmu sosial yg terlalu bersifat mekanis.metode sejarah bersifat terbuka dan hanya tunduk pada fakta.
Sejarah juga seperti ilmu-ilmu lain yg membutuhkn riset, penulisan yg baik, penalaran yg teratur, dan sistematika yg runtut, serta konsep yang jelas.

Sejarah sebagai kisah
Ada kemungkinan sejarah sebagai kisah bersifat subjektif subjektivitasnya terletak pada bagaimana sejarah tersebut diturunkan atau diceritakan oleh seseorang.
Factor kepentingan terlihat dari cara seseorang menuturkan kisah sejarahnya.
Factor kelompok social yg dimiliki si penutur sejarah juga dapat mempengaruhi cara penulisan sejarah.

Sejarah sebagai seni
Sejarah juga dapat di lihat sebagai seni. Sebagaimana seni, sejarah juga membutuhkan intuisi,emosi,dan gaya bahasa.

Dalam melihat sejarah sebagai seni yg akan memakai intuisi. Sejarawan harus dapat membayangkan apa yg sebenarnya sedang terjadi dan apa yg terjadi sesudahnya.

Sejarah sebagai seni mempunyai beberapa kekurangan. Pertama, sejarah sebagai seni akan kehilangan ketepatan dan objektivitasnya Karena seni merupakan hasil imajinasi, ketepatan dan objektivitas sangat perlu dalam penulisan sejarah. Ketepatan berarti kesesuaian antara fakta dgn tulisan sejarah, objektivitas berarti tidak ada pandangan yg individual. kedua sejarah akan terbatas.

Sejarah juga memberikan sumbangan terhadap penulisan sejarah seni memberikan karakteristik yg dapat menggambarkan watak orang dalam biografi kolektif.
SelengkapnyaSejarah Sebagai Peristiwa, Ilmu, Kisah, dan Seni

Sejarah Kerajaan Bali

Posted by Aris Fourtofour on Sabtu, 30 Maret 2013

Sejarah Kerajaan Bali- Pada umumnya sejarah Bali kuno, sampai sekarang ku­rang dikenal, meskipun sejarah Bali kuno sebenarnya telah di teliti oleh beberapa sarjana. keadaan yang demikian ini disebabkan antara lain, karena banyak lontar-lontar dan prasasti yang sampai sekarang masih disimpan dan dihormati. Penyelidikan lontar-lontar dan prasasti di bali sering kali mengalami kesulitan karena adat. krtinya’penduduk atau de­sa yang menyimpan tidak mengijinkan prasasti untuk dibaca, orang lain, karena mereka percaya bahwa pembacaan itu akan mengakibatkan malapetaka atau kematian. Sering kali terja­di, prasasti boleh atau dapat dibaca setelah diadakan ban­ten atau saji-sajian. Namun, hal ini bukan suatu garansi bahwa saji-sajian tadi membebaskan segala hambatan.
Sejarah Kerajaan Bali
Sejarah Kerajaan Bali
Beberapa di antara lontar-lontar itu ada yang berupa kidung-kidung, bab, dan lain-lain. Kidung-kidung ini di­karang karang oleh orang Bali pada masa sesudah jaman Majapahit atau pada waktu berkembangnya kerajaan Gelgel dan Klungkung. Di samping itu ada beberapa lontar seperti Kidung Harsawijoyo, Kidung Ranggalawe, kidung Sunda Usana Jawa dan Bali. Kebanyakan dari kitab-kitab tersebut isinya ten­tang keadaan raga-raja Majapahit mulai tahun 1293. Pulau Bali sendiri tahun 1343M telah ditaklukkan oleh Kerajaan Majapa­hit.

Sejarah Bali kuno, antara abad IX samapi abad. XIV, di dalam kidung-kidung dan usaha-usaha tersebut di atas tak pernah disinggung, kecuali beberapa raja seperti UGRA­SENA dan JAYAPENGUS.

Penelitian sejarah Bali oleh para ahli baru dimulai tahun 1885 yang di pelopori oleh DR. hh. Vkh DER TUUK dan DR. JL,BRANDES mereka umumnya sarjana berkebangsaan Belanda..Usaha mereka ini kemudian dilanjutkan oleh para ah­li seperti : DR. PV. VAN STEIN CALLLiiFBLS, DR. WF STUTTER­HEIN’, DR.R. GURIS. Kemudian setelah Indonesia merdeka pe­nelitian sejarah Bali dilakukan oleh para ahli bangsa Indo nesia seperti: Rtut Ginarsa,’,irs. MAI Sukarta K, Atmadjo. Meskipun penelitian telah dimulai tahun 1885, tidak ber­arti penelitian cuaah sempu.rna atau selesai bahkan seba­liknya.

Berita yang tertua dari bangsa asing yang menyambut pulau Bali berasal dari berita Cina. Yakni dari dinasti Tang (618-908 M) antara lain menyebutkan bahwa Holing terletak di kepulauan di lautan sebelah selatan. Di timurnya terletak PO-LI dan disebelah baratnya T0-PO-TEN G, di se­belah utara Chen-la (Kamboja) . P. PELLLIOT mengidentifikasikan P0-li dengan Bali.

Selanjutnya menyebutkan.pula tentang negeri Dwa-pa tan letaknya di selatan hamboja, jauhnya dua bulan berlayar. Negeri itu letaknya di sebelah timur ho-ling dan se belah utaranya laut Dwa-pa-tan sama dengan Bali.

Sesudah itu tidak diperoleh lagi berita apapun mengenai Bali, demikian pula berita asing lainnya, boleh dikatakan tidak ada sama sekali mungkin karena letak geografis Bali yang jauh dari jalan perdagangan pada masa, itu.

Berita tertua dari Bali sendiri, berupa prasasti yang tidak berangka tahun. Bahasanya Sangskerta, jumlahnya beberapa buah, keadaannya banyak yang rusak. Akibatnya tulisannya tak dapat dibaca. Di samping itu, ditemukan juga beberapa buah cap kecil dari tanah lihat, besarnya kira­-kira 2,5 cm, yang disimpan dalam stupa kecil. Cap ini ditulisi dengan mantra-mantra agama Budha, dalam bahasa Sangskerta.

Selanjutuya pembicaraan akan difokuskan pada per­kembangan sejarah politik Bali kuno, dengan menggunakan bahan utama prasasti. Untuk memudahkan akan diketengahkan beberapa prasasti yang terpenting yang disusun secara kronologis.

882 M
Prasasti ini merupakan prasasti yang tertua yang menggunakan bahasa Bali kuno. Selain itu juga masih ada prasasti lain yang ditulis dalam bahasa Sangskerta. Prasasti tahun 882 M itu ti­dak memuat nama raja, sehingga tak dapat diten­tukan aslinya.

882-914 M
Dalam periode ini terdapat prasasti yang ditu­lis dalam bahasa Bali Kuno. Dari padanya dapat diketahui adanya pusat pemerintahan (istana ra­ja) yang bernama SINGArvANDAwA. Sayang dalam prasasti tersebut tidak disebut namaa rajanya.

917 M
Di desa Sanur dekat Denpasar pernah ditemukan sebuah prasasti yang berbentuk sebuah tugu. Prasasti ini tidak berangka tahun, tetapi menggunakan angka tahun dalam bentuk Candrasang kala. Bunyinya: khecara-Wahni-Murti yang mem­punyai nilai angka 339 saka atau 917 M. Isinya antara lain tentang adanya suatu expedisi dari raja KESARIWARNA DEWA mempunyai istana di Singhadwala, Prasasti Sanur ini juga menunjuk­kan bukti tenting suatu dinasti di pulau Bali yakni, bernama: WARNA DEWA. Suatu keanehan dari prasasti ini ialah sifatnya bilingual atau me­nggunakan dun bahasa.

Bagian pertama : buhasa Bali kuno, dengan hurup Nagari

Bagian ke dua : bahasa sangskerta dengan hurup Bali kuno

Apa tujuan menggunakan kombinasi yang aneh ini ? belum dapat diketahui dengan pasti.

915-942 M
Dalam periode ini ditemukan 9 buah prasasti da­ri raja yang disebut dengan gelarnya : Sri Ugra­sena. Melihat dari namanya nampaknya raja Ugra­sena tidak termasuk anggota dinasti Warnadewa. Nungkin merupakan salah seorang raja yang ber­diri sendiri.

955 M
Didapatkan nama seorang raja TABANENDRAWARNA

962 M
Di Bali memerintah raja Sri Candrabhayasimhar­madewa. Prasasti yang berangka tahun 962 M itu meriwayatkan tentang pembangunan sebuah. Tempat pemandian di desa hanukaya (Nanukaraya). Sekarang pemandian ini disebut TIRTHA EMPUL.

975 M
Yang memerintah waktu itu ialah raja Sri Jana­sadhuwarmmadewa.

984 M
Bertahta seorang ratu dengan gelar Sri Maharaja Sri Wijayamahadewi. Dinasti Warmadowa terkenal di Bali, karena merupakan dinasti yang pertama dikenal. Sesungguhnya raja-raja yang disebut di atas hanya dikenal karena namanya saja. Se­gi-segi lain dari kehidupan mereka tidak dapat diketahui. Sampai pada tahun 984 M, prasasti-prasasti umumnya ditulis dalam bahasa Bali kuno, Keadaan ini kemudian berubah pada tahun-tahun berikutnya.

989-1010 M
Di Bali memerintah Sri Dharrnodayanawarmodewa (Udayana) beserta permaisurinya SriGunapriya­dharrnapatni. Perrnaisuri ini berasal dari Jawa puteri dari Makutawangsawardhana, keturunan ra­ja Sindok dari Jawa Timur. Pemerintahan kedua suami istri ini termasuk yang paling terkenal di Bali, karena merupakan suatu periode yang penting baik secara politis maupun kebudayaan. Balam prasasti yang dikeluarkan selama 989-1010 M. nama permaisuri Sri Gunapriyadharmmapatni selalu disebut lebih dahulu. begitu pules sejak tahun 989 M. bahasa Jawa Kuno sudah dipakai da­lam prasasti-prasasti di Bali. Kedua hal tadi memberi petunjuk bahwa pulau Bali waktu itu te­lah berada mendapat pengaruh) di bawah kekuasa­an politik Jawa. Mungkin akibat pengaruh politik raja Dharmawangsa. Kedua suami istri itu ter­kenal pula karena kemudian mempunyai putra Airlangga yang kelak akan menjadi salah seorang bestir di pulau Jawa. Permaisuri Gunapriyadhar­mapatni mungkin sekali meninggal pada tahun 1010 M Di makamkan dalam arca perwujudan sebagai Durgamahis-asuramardini. hrtinya Durga yang se­dang membunuh m usuhnya dalam bentuk seekor ker­bau. Viengapa justru digambarkan sebagai dewi Durga yang menakutkan itu?. Hal ini tidak jelas, tetapi barangkali ada hubungannya.-dengan ang­gapan di Bali bahwa puteri Gunapriyadharmapatni itu lama dengan Calon A.rang. Yaitu seorang janda yang terkenal menakutkan dalam dongeng rakyat : Bali. Sejak,tahun 1011 Udayana memerintah sen­diri sedang wafatnya tidak diketahui dengan je­las kepan. Makamnya disebutkan di Banu Wka, yang sampai sekarang belum dapat diketahui dimana letaknya.
SelengkapnyaSejarah Kerajaan Bali

Sejarah Kerajaan Mataram Islam

Posted by Aris Fourtofour on Jumat, 29 Maret 2013

Sejarah Kerajaan Mataram Islam- Kerajaan Mataram mulai berdiri tahun 1582, terletak di daerah Kota Gede sebelah tenggara kota Yogyakarta,  kerajaan ini dipimpin suatu dinasti keturunan Ki ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan yang mengklaim masih keturunan penguasa Majapahit.
Sejarah Kerajaan Mataram Islam
Sejarah Kerajaan Mataram Islam
Asal usul kerajaan ini adalah berasal dari sebuah kadipaten dibawah Kesultanan Pajang (Sultan hadiwijaya), berpusat di Bumi Mentaok yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasanya mengalahkah Arya Penangsang, selanjutnya Ki Ageng Pemanahan mulai membangun Mataram sebagai tempat pemukiman baru dan persawahan, akan tetapi kehadiranya didaerah ini dan usaha pembangunanya mendapatkan tanggapan penguasa setempat, misalnya Ki Ageng Giring, Ki Ageng Tembayat dan Ki Ageng Mangir. Akan tetapi ada sebagian pejabat yang memberi sambutan baik akan hal itu seperti Ki Ageng Karanglo, walaupun demikian Ki Ageng Pemanahan tetap melakukan pembangunan didaerah tersebut yang berpusat di Plered dan juga mempersiapkan strategi untuk menundukkan siapa saja yang mementang kehadiranya.

Tahun 1575 Ki Ageng Pemanahan meninggal dunia dan digantikan oleh putranya bernama Sutawijaya atau Pangerang Ngabehi Loring Pasar, selain beliau bertekad melanjutkan mimpi ayahandanya, dia pun bercita-cita untuk membebaskan diri dari kekuasaan Pajang, sehingga hubungan antara Mataram dan Pajang pun mulai memburuk hingga berujung peperangan. Dalam peperangan ini Kerajaan Pajang mengalami kekalahan dan Sultan Hadiwijaya meninggal.

Kemudian Sutawijaya mengangkat dirinya menjadi raja Mataram dengan gelar panembahan senopati. Ia mulai membangun kerajaanya dan memindahkan pusat pemerintahan di Kotagede.

Pada tahun 1590 kerajaan Mataram menaklukan Madiun, Jipang, Kediri  kemudian melanjutkan dengan menaklukan Pasuruan dan Tuban.

Sebagai raja islam yang baru beliau mempunyai tekad untuk menjadikan Mataram menjadi pusat budaya dan agam Islam, sebagai penerus kesultanan Demak.

Kerajaan Mataram Islam saat itu menganut system  Dewa – Raja. Yang berarti kekuasaan tertinggi mutlak berada pada Sultan.

Sultan Wijaya meninggal  dan dimakamkan di Kotagede dan digantikan putranya bernama Mas jolang yang bergelar Prabu Hanyokrowati, pada masa ini tidak banyak mengalami kemajuan dikarenakan beliau meninggal karena kecelakaan saat berburu dihutan krapyak yang kemudian digantikan putra keempatnya yang bergelar Adipati Martoputro, akan tetapi karena Adipati Martoputro menderita penyakit syaraf  maka tahta beralih ke putra sulung Mas jolang yang bernama  Raden Mas Rangsang, pada masa ini kerajaan mataram mengalami kemajuan dan mengalami masa keemasan.

Setelah menaklukan Madura beliau mengganti “panembahan” dengan “Sesuhunan (sunan) kemudian  menggunakan gelar “Susuhunan Hanyakrakusuma” terakhir tahun 1640 sehabis dari Makkah beliau menyandang gelar “Sultan Agung Senopati Ing Alaga Abdurrahman“ dan beliau memindahkan lokasi kraton ke “Karta “akibat terjadi gesekan penguasaan perdagangan antara Mataram dan VOC yang berpusat di Batavia.

Setelah Sultan Agung meninggal, digantikan putra beliau “Sesuhunan Amangkurat 1, beliau memindahkan lokasi kraton ke Pleret pada tahun 1647 tidak jauh dari “Karta”selain itu beliau juga tidak lagi menggunakan gelar sultan melainkan Sunan (Sesuhunan atau yang pertuan)   pada masa ini kerajaan Mataram kurang stabil karena banyak ketidak puasan dan pemberontakan, pada masanya terjadi pemberontakan besar yang dipimpin oleh seorang bangsawan dari Madura bernama Trunajaya yang  akhirnya berhasil mengalahkan Mataram, Amangkurat 1 melarikan diri dan meningga dalam pelarianya yaitu di Tegalarum (1677) sehingga mendapat julukan Sunan Tegalarum, kemudian diganti oleh putranya Amangkurat II, beliau bergabung dengan VOC untuk mengalahkan  pasukan Trunajaya dan akhirnya berhasil .

Dalam masa ini Amangkurat II sangat patuh kepada VOC sehingga menimbulkan ketidak puasan dikalangan istana dan akhirnya banyak pemberontakan terjadi lagi. Pada masa ini keraton Mataram dipindahkan ke Kartasura ( 1680 ).

Setelah Amangkurat II meninggal diganti Amangkurat III, tetapi VOC tidak senang dengan Amangkurat III karena dia menentang VOC sehingga VOC mengangkat Pakubuwana I sebagai raja, akibatnya Mataram memiliki dua raja dan inilah yang menjadikan perpecahan Internal, Amangkurat III akhirnya memberontak tapi akhirnya kalah dan ditangkap di Batavia lalu diasingkan di Ceylon, Srilanka.dan meninggal tahun 1734.

Kekacauan politik dari masa kemasa akhirnya dapat terselesaikan pada masa Pakubuana III  setelah wilayah Mataram dibagi menjadi dua yaitu Kesultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Suarakarta  tanggal 13 Februari 1755, pembagian wilayah ini tertuang dalam Perjanjian Gayanti, perjanjian Giyanti adalah kesepakatan yang dibuat oleh pihak VOC,  pihak Mataram (diwakili oleh Pakubuwana III) dan kelompok pangeran Mangkubumi. Nama Giyanti diambil dari lokasi penjanjian tersebut (ejaan Belanda, sekarang tempat itu berlokasi didukuh Kerten, Desa Jantiharjo) ditenggara kota Karanganyar, Jawa Tengah, perjanjian ini menandai berakhirnya kerajaan Mataram yang sepenuhnya independen. Berdasarkan perrjanjian ini wilayah Mataram terbagi menjadi dua, wilayah disebelah timur kali Opak dikuasai oleh pewaris tahta Mataram yaitu Sunan Pakubuwana III dan tetap berkedudukan di Surakarta, sementara wilayah disebelah barat diserahkan kepada  Pangeran Mangkubumi sekaligus ia diangkat menjadi Sultan Hamengkubuwono I yang berkedudukan di Yogyakarta.

Perpecahan terjadi lagi dengan munculnya Mangkunegara (R.M Said) yang terlepas dari kesunanan Surakarta dan Pakualaman (P. Nata Kusuma), dan keempat pecahan Mataram Kesultanan Mataram tersebut masih melanjutkan dinasti masing–masing, bahkan pecahan Mataram tersebut terutama kesultanan Yogyakarta masih cukup besar dan diakui masyarakat.
SelengkapnyaSejarah Kerajaan Mataram Islam

Sejarah Kerajaan Kahuripan

Posted by Aris Fourtofour

Sejarah Kerajaan Kahuripan- Pada Tahun 1006 Raja Wurawari Dari Kerajaan Lwaram (Kerajaan Lwaram Adalah Sekutu Kerajaan Sriwijaya) Menyerang Watan, Yang Adalah Ibu Kota Kerajaan Medang, Yang Kala Itu Tengah Mengadakan Pesta Pernikahan. Serangan Raja Wurawuri Ini Menyebabkan Tewasnya Dharmawangsa Teguh, Sedangkan Keponakannya Yang Bernama Airlangga Berhasil Meloloskan Diri Dalam Serangan Itu. 

Airlangga Adalah Putera Pasangan Mahendradatta (Saudari Dharmawangsa Teguh) Dan Udayana Raja Bali. Airlangga Meloloskan Diri Dengan Ditemani Oleh Pembantunya Yang Bernama Narotama. Dalam Pelarian Itu Airlangga Akhirnya Menjalani Kehidupan Sebagai Pertapa Di Hutan Pegunungan (Wanagiri).
Sejarah Kerajaan Kahuripan
Sejarah Kerajaan Kahuripan
Pada Tahun 1009, Datanglah Para Utusan Rakyat Medang Yang Meminta Agar Airlangga Membangun Kembali Kerajaan Medang. Karena Kota Watan Sudah Hancur, Maka Airlangga Kemudian Membangun Ibu Kota Baru Bernama Watan Mas Di Daerah Sekitar Gunung Penanggungan. Pada Mulanya Wilayah Kerajaan Yang Diperintah Oleh Airlangga Hanya Meliputi Daerah Gunung Penanggungan Dan Sekitarnya, Karena Banyak Daerah-Daerah Bawahan Kerajaan Medang Yang Membebaskan Diri. Hal Ini Baru Berubah Setelah Kerajaan Sriwijaya Dikalahkan Rajendra Coladewa Raja Colamandala Di India Tahun 1023. Hal Ini Menyebabkan Airlangga Merasa Leluasa Membangun Kembali Kejayaan Wangsa Isyana. Hal Pertama Yang Dilakukan Airlangga Adalah Menyusun Kekuatan Untuk Menegakkan Kembali Kekuasaan Wangsa Isyana Atas Pulau Jawa.

Yang Pertama Dikalahkan Oleh Airlangga Waktu Itu Adalah Raja Hasin. Pada Tahun 1030 Airlangga Mengalahkan Wisnuprabhawa Raja Wuratan, Wijayawarma Raja Wengker, Kemudian Panuda Raja Lewa. Pada Tahun 1031 Putra Panuda Mencoba Membalas Dendam Namun Dapat Dikalahkan Oleh Airlangga. Ibu Kota Kerajaan Lewa Akhirnya Dihancurkan Pula Oleh Airlangga.

Pada Tahun 1032 Seorang Raja Wanita Dari Daerah Tulungagung Sekarang Berhasil Mengalahkan Airlangga. Istana Watan Mas Dihancurkannya. Airlangga Terpaksa Melarikan Diri Ke Desa Patakan Ditemani Mapanji Tumanggala. Airlangga Kemudian Membangun Ibu Kota Baru Di Kahuripan. Raja Wanita Dapat Dikalahkannya. Dalam Tahun 1032 Itu Pula Airlangga Dan Mpu Narotama Mengalahkan Raja Wurawari, Membalaskan Dendam Wangsa Isyana. Pada Tahun 1035 Airlangga Berhasil Menumpas Pemberontakan Wijayawarma Raja Wengker Yang Pernah Ditaklukannya Dulu. Wijayawarma Melarikan Diri Dari Kota Tapa Namun Kemudian Mati Dibunuh Rakyatnya Sendiri.

Nama Kahuripan Inilah Yang Kemudian Lazim Dipakai Sebagai Nama Kerajaan Yang Dipimpin Airlangga.Pusat Kerajaan Airlangga Kemudian Dipindah Lagi Ke Daha, Berdasarkan Prasasti Pamwatan, 1042 Dan Serat Calon Arang. Dalam Calon Arang Ini Diceritakan Adalah Dukun Perempuan Sakti Yang Sempat Membikin Onar Dengan Melakukan Teluh Yang Menciptakan Wabah Penyakit . Banyak Warga Kahuripan Yang Tewas Karena Teluhnya. Dalam Penceriteraan, Teluh Ini Berhasil Dilenyapkan Setelah Airlangga Meminta Tolong Kepada Mpu Bharadah Yang Kemudian Membasmi Calon Arang Beserta Murid-Muridnya.

Setelah Keadaan Aman, Airlangga Mengadakan Pembangunan-Pembangunan Didalam Wilayah Kerajaannya. Pembangunan Yang Dicatat Dalam Prasasti-Prasasti Peninggalannya Antara Lain :
  • Membangun Sri Wijaya Asrama Tahun 1036.
  • Membangun Bendungan Waringin Sapta Tahun 1037 Untuk Mencegah Banjir Musiman.
  • Memperbaiki Pelabuhan Hujung Galuh, Yang Letaknya Di Muara Kali Brantas, Dekat Surabaya Sekarang.
  • Membangun Jalan-Jalan Yang Menghubungkan Daerah Pesisir Ke Pusat Kerajaan.
  • Meresmikan Pertapaan Gunung Pucangan Tahun 1041.
  • Memindahkan Ibu Kota Dari Kahuripan Ke Daha, Berdasarkan Prasasti Pamwatan, 1042 Dan Serat Calon Arang.
Pada Akhir Pemerintahannya, Airlangga Berhadapan Dengan Masalah Persaingan Perebutan Takhta Antara Kedua Putranya. Calon Raja Yang Sebenarnya, Anak Pertamanya Yaitu Sanggramawijaya Tunggadewi (Dewi Kilisuci), Memilih Menjadi Pertapa Dari Pada Naik Takhta.

Airlangga Juga Putra Sulung Raja Bali, Maka Ia Pun Berniat Menempatkan Salah Satu Putranya Di Pulau Itu. Akhirnya Airlangga Meminta Mpu Bharada Ke Bali Untuk Menyampaikan Maksud Tersebut. Dalam Perjalanan Menyeberang Laut, Dengan Kesaktiannya Mpu Bharada Menumpang Sehelai Daun. Sesampainya Di Bali Permintaan Airlangga Yang Disampaikan Mpu Bharada Ditolak Oleh Mpu Kuturan, Yang Berniat Mengangkat Cucunya Sebagai Raja Bali. Raja Bali Saat Itu Adalah Anak Wungsu, Adik Ketiga Airlangga Sendiri.

Pada Akhir Tahun 1042, Airlangga Terpaksa Membagi Kerajaan Kahuripan Menjadi Dua, Yaitu Bagian Barat Bernama Kediri Dengan Ibu Kota Di Daha, Diserahkan Kepada Sri Samarawijaya, Serta Bagian Timur Bernama Janggala Beribu Kota Kahuripan, Diserahkan Kepada Mapanji Garasakan. Dalam Negarakertagama, Pembagian Wilayah Ini Dilakukan Oleh Mpu Bharadah, Tokoh Sakti Yang Tidak Lain Adalah Guru Airlangga. Empu Bharada Menyanggupinya Dan Melaksanakan Titah Tersebut Dengan Cara Menuangkan Air Kendi Dari Ketinggian. Air Tersebut Konon Berubah Menjadi Sungai Yang Memisahkan Kerajaan Panjalu (Kediri) Dan Kerajaan Jenggala. Letak Dan Nama Sungai Ini Belum Diketahui Dengan Pasti Sampai Sekarang, Tetapi Beberapa Ahli Sejarah Berpendapat Bahwa Sungai Tersebut Adalah Sungai Lekso (Masyarakat Sekitar Menyebutnya Kali Lekso). Pendapat Tersebut Didasarkan Atas Dasar Etimologis Mengenai Nama Sungai Yang Disebutkan Dalam Kitab Pararaton.

Tidak Diketahui Secara Pasti Kapan Airlangga Meninggal. Prasasti Sumengka (1059) Peninggalan Kerajaan Janggala Hanya Menyebutkan, Resi Aji Paduka Mpungku Dimakamkan Di Tirtha Atau Pemandian. Kolam Pemandian Yang Paling Sesuai Dengan Berita Prasasti Sumengka Adalah Candi Belahan Di Lereng Gunung Penanggungan. Pada Kolam Tersebut Ditemukan Arca Wisnu Disertai Dua Dewi. Berdasarkan Prasasti Pucangan (1041) Diketahui Airlangga Adalah Penganut Hindu Wisnu Yang Taat. Maka, Ketiga Patung Tersebut Dapat Diperkirakan Sebagai Lambang Airlangga Dengan Dua Istrinya, Yaitu Ibu Sri Samarawijaya Dan Ibu Mapanji Garasakan.

Sumber :
http://www.nttuweb.com/ntt/sejarah/sejarah-kerajaan-kahuripan.php
SelengkapnyaSejarah Kerajaan Kahuripan

Sejarah Kerajaan Medang

Posted by Aris Fourtofour

Sejarah Kerajaan Medang Medang, adalah kerajaan di Jawa Timur, pada tahun 929-1006 Masehi. Kerajaan ini merupakan kelanjutan Wangsa Sanjaya (Kerajaan Mataram Kuno), yang memindahkan pusat kerajaannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Mpu Sindok adalah pendiri kerajaan ini, sekaligus pendiri Wangsa Isyana, yang menurunkan raja-raja Medang.
Sejarah Kerajaan Medang
Sejarah Kerajaan Medang
Diduga akibat letusan Gunung Merapi, Raja Mataram Kuno Mpu Sindok pada tahun 929 memindahkan pusat Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Menurut catatan sejarah, tempat baru tersebut adalah Watugaluh, yang terletak di tepi Sungai Brantas, sekarang kira-kira adalah wilayah Kabupaten Jombang (Jawa Timur). Kerajaan baru ini tidak lagi disebut Mataram, namun Medang, Namun beberapa literatur masih menyebut Mataram.

Ada sumber sejarah lain yang menyebutkan latar belakang mengapa pusat kerajaan pindah ke timur. Singkatnya, sejak Rakai Pikatan menyebabkan Balaputeradewa hijrah ke Sriwijaya, terjadi permusuhan yang mendalam dan berlangsung berabad abad, antara Kerajaan Jawa (Mataram Hindu) dengan Kerajaan Melayu (Sriwijaya).

Raja terakhir Kerajaan Mataram Hindu, Raja WAWA, memberikan mandat dan kekuasaan penuh pada menantunya, Mpu Sendok, untuk memimpin Kerajaan Mataram Hindu dalam keadaan darurat perang untuk melawan Kerajaan Sriwijaya.

Maka di sekitar Tahun 929 M di Desa Candirejo Kec. Loceret Kab. Nganjuk, Mpu Sendok memimpin perang gerilya dan terjadi pertempuran hebat antara prajurit Empu Sendok melawan Bala Tentara kerajaan Melayu (Sriwijaya). Empu Sendok memperoleh kemenangan gilang gemilang. Kemudian Empu Sendok dinobatkan menjadi raja bergelar SRI MAHARAJA MPU SENDOK SRI ISHANA WIKRAMA DHARMA TUNGGA DEWA. Untuk menghindari serangan Sriwijaya berikutnya, Mpu Sindok memindahkan pusat kerajaan lebih ke timur.

Untuk mengenang kemenangan ini ditandai dengan sebuah tugu bernama JAYA STAMBA dan SEBUAH CANDI atau Jaya Merta. Terhadap masyarakat desa karena jasa-jasanya dalam membantu pertempuran, oleh Empu Sendok diberi hadiah sebagai desa perdikan atau desa bebas pajak dengan status Anjuk Ladang pada tanggal 10 April 937 M.

Kerajaan Melayu (Sriwijaya) sejak abad ke 8 selalu berusaha menjadikan kerajaan-kerajaan di pulau jawa sebagai daerah taklukannya. Usaha tersebut terus berlangsung hingga Raja Medang terakhir, Dharmawangsa. Aliansi Kerajaan Melayu (Sriwijaya) di pulau jawa pada saat itu adalah Raja Sri Jayabupati dan Raja Wurawuri.

Raja-Raja Medang
  • Mpu Sindok (929-947)
  • Sri Isyana Tunggawijaya (947-9xx)
  • Sri Makutawangsawardhana (9xx-985)
  • Dharmawangsa Teguh (985-1006)
Raja Makutawangsawardhana dikenal dengan julukan Matahari Wangsa Isyana. Puterinya, Mahendradatta, menikah dengan Udayana, raja Kerajaan Bali (Wangsa Warmadewa), yang kemudian memiliki putera bernama Airlangga. Selama beberapa periode, Bali mendapat pengaruh kuat atas Jawa.

Raja terakhir Medang adalah Dharmawangsa Teguh (985-1006). Dharmawangsa dikenal sebagai patron penerjemahan Kitab Mahabharata ke dalam Bahasa Jawa Kuno. Pada masa ini pula, Carita Parahyangan ditulis dalam Bahasa Sunda, yang menceritakan kerajaan Sunda dan Galuh. Dharmawangsa mengadakan sejumlah penaklukan, termasuk Bali dan mendirikan koloni di Kalimantan Barat. Tahun 990, Dharmawangsa mengadakan serangan ke Sriwijaya dan mencoba merebut Palembang, namun gagal.

Runtuhnya Medang
Pada tahun 1006, Sriwijaya melakukan pembalasan, yakni menyerang dan menghancurkan istana Watugaluh. Dharmawangsa terbunuh, dan beberapa pemberontakan mengikutinya dalam beberapa tahun ke depan. Airlangga, putera Mahendradatta yang masih berusia 16 tahun, berhasil melarikan diri dan kelak akan menjadi raja pertama Kerajaan Kahuripan, suksesor Mataram Kuno dan Medang.

Sumber : Wikipedia
SelengkapnyaSejarah Kerajaan Medang

Sejarah Berdirinya Tembok Besar China

Posted by Aris Fourtofour on Minggu, 24 Maret 2013

Sejarah Berdirinya Tembok Besar China- Jika Anda datang ke Negeri China atau disebut juga dengan Negeri tirai bambu, tidak lengkap rasanya jika Anda tidak mengunjungi tembok china, yang merupakan tembok yang membentang sepanjang 7.000 kilometer di perbukitan China. Dari tembok tersebut memiliki nilai sejarah hidup manusia di era kerajaan China dan menjadikannya sebagai tujuh keajaiban dunia.
Sejarah Berdirinya Tembok Besar China
Sejarah Berdirinya Tembok Besar China
Dibalik seni yang begitu indah, tembok China memiliki nilai sejarah yang luar biasa, dan tembok ini merupakan salah satu dari tujuh ke ajaiban dunia. Pada zaman masa kerajaan China, tembok ini digunakan sebagai benteng pertahanan militer kuno yang menghabiskan waktu atau masa pembangunan yang sangat lama dengan ukuran paling besar di dunia. Tembok China terlihat megah melintang mulai dari bagian barat sampai ke bagian timur Cina dengan panjang 7.000 kilometer!.

Tembok Besar China (Cina Tradisional: 長城, Cina Ringkas: 长城, pinyin: Chángchéng; harf. “bandar/kota panjang”) atau (Cina Tradisional: 萬里長城, Cina Ringkas: 万里长城, pinyin: Wànlǐ Chángchéng; harf. “Tembok panjang 10,000 Li (里)”[1]), merupakan satu siri kubu China silam yang dibina sekitar 200 SM dan diperkukuh antara akhir abad ke-14 sehingga permulaan abad ke-17, semasa Dinasti Ming, untuk melindungi utara China daripada serangan puak Mongol dan Turkik.

Sejarah Pembangunan Tembok China di sepanjang Danau Great Wall dapat dicari sampai abad ke 9 Sebelum Masehi. Pada masa itu pemerintah di bagian tengah China menyambung benteng dan menara api menjadi satu tembok yang panjang. Sambungan tersebut merupakan tempat penjagaan tentara di perbatasan dengan tujuan untuk lebih mudah mengetahui adanya serangan etnis tertentu yang datang dari bagian utara Cina.

Pada masa pemimpin Chunqiu, antara kerajaan memang sangat sering berperang. Dan Negara atau kerajaan bagian yang dipimpin pangeran semata-mata demi keamanan, lalu berturut-turut membangun tembok besar sebagai benteng pertahanan diatas bukit dan gunung yang terletak di daerah perbatasan.

Pada tahun 221 SM, Kaisar Qinshihuang mengeluarkan perintah, tembok-tembok yang telah dibangun oleh berbagai negara bagian disambung menjadi satu tembok besar, dan berfungsi sebagai kubu pertahanan untuk mempertahankan serangan pasukan kavaleri etnis nomadik di padang rumput Mongolia yang terletak di Cina Utara.

Pada masa itu Tembok China memiliki panjang mencapai 5.000 kilometer lebih, dan pada masa pemerintaha dinasti Qin, tembok China kembali diperpanjang sampai mencapai 10.000 kilometer lebih. Dalam catatan sejarah pembangunan tembok china, telah menghabiskan waktu selama lebih dari 2000 tahun dengan berganti pengusa di berbagai zaman yang tidak pernah berhenti dalam membangun tembok tersebut hingga mencapai total panjangnya mencapai 50.000 kilometer. Ini merupakan ukuran panjang yang cukup untuk mengitari bumi satu kali lebih.

10 ribu Li
Tembok China yang kita lihat dibangun sekitar pada zaman Dinasti Ming yang berkuasa antara tahun 1368 sampai 1644. Sementara ujung baratnya berpangkal pada benteng Jiau yang terletak di Propinsi Gansu, Cina Barat, sedangkan ujung timur terletak di pinggir Sungai Yalu yang terletak di propinsi Liaoning, Cina Timur. Terhitung dari barat sampai ke timur, tembok china telah melewati 9 provinsi, kota dan daerah otonomi sepanjang 7.300 kilometer, dan sama dengan 14 ribu li China.

Sementara itu "Tembok besar tersebut disebut sebagai tembok panjang 10 ribu li di Cina," di ungkapkan oleh Li Wuhan, yang berperan sebagai pemandu wisata sebuah biro perjalanan di Beijing. Dengan demikian, tidak cukup satu hari untuk kita menjalani panjangnya Tembok China.

Sebagai benteng pertahanan, tembok china dibangun mengikuti arahnya puncak pergunungan. Topografi yang dilintasi sangat rumit dan rawan. Untuk menyesuiakan diri dengan berbagai topografi, pelaksanaan pembangunan tembok china menerapkan struktur yang luar biasa dan berbeda-beda. Semuanya menunjukkan kecerdasan nenek moyang bangsa Cina tentunya.

Tembok China yang berliku-liku memanjang dan menyusuri puncak pegunungan hampir mustahil untuk ditaklukkan oleh musuh pada zaman dahulu. Karena gunung dan lereng yang terjal menjadi kendala untuk bisa dilewati.

Menurut Li sebagai pemandu wisata di Beijing, di tubuh tembok besar dibangun dengan batu besar berbaur dengan tanah dan batu pecahan, dengan ketingian tembok mencapai 10 meter dan lebar 5 meter, yang diperkirakan cukup untuk 4 ekor kuda yang ditunggangi pasukan perang berpatroli berdampingan.

Dengan adanya benteng tersebut, tentara sangat mudah untuk melakukan manuver serta mengangkut bahan pangan dan senjata. Pada sisi dalam tembok telah dilengkapi dengan pintu dan tangga untuk naik turun.

Tembok china dibangun dengan benteng atau menara api pada setiap bagian. Pada masing-masing menara api itu, Anda dapat menyaksikan pemandangan alam yang begitu indah. Sementara itu, liku-liku anak tembok menjadikannya bentuk yang unik yang dapat kita saksikan.

Pada masanya, didalam menara api tersimpan senjata dan bahan pangan. Seluruh menara api akan dinyalakan bila musuh datang, sehingga kabar tersebut langsung disampaikan ke seluruh negeri dalam waktu yang sangat singkat.

Selain tempat penyimpanan berbagai keperluan, benteng dan menara api yang terdapat ditembok China juga difungsikan sebagai tempat istirahat bagi prajurit pada waktu damai, sekaligus kubu pertahanan untuk menangkis serangan musuh pada waktu berperang. Jika Anda berjalan di tembok China, Anda dapat menggunakan menara api tersebut sebagai tempat melepaskan lelah setelah berjalan sekian kilometer menapaki anak tangga.

Loteng Wisata

Bagian penting tembok China adalah lintasan strategis antara celah gunung, dan perbatasan gunung biasanya dibangun loteng gerbang itu tidak hanya tampak megah, akan tetapi mencerminkan seni arsitektur yang cemerlang pada zaman China Kuno.

Kini sebagian loteng gerbang tersebut telah berubah, dan dijadikan sebagai obyek wisata, seperti loteng gerbang Shanhaiguan, yang terletak diujung timur, dan dijuluki sebagai Loteng gerbang nomor satu China. Sementara Loteng Gerbang Juyongguan Sektor Badaling terletak di sekitar Beijing. Ditempat ini, para wisatawan dapat menikmati udara segar dengan pegunungan yang indah sambil mencicipi jajanan Cina di cafe yang telah disediakan.

Selain dari pada itu, wisatawan dapat menyewa busana kaisar untuk foto-foto dengan latar belakang kelokan anak tangga Tembok Besar. Untuk sekali menyewa busana tersebut, Anda dikenakan biaya sebesar 10 yuan, dan jika dirupiahkan berkisar Rp. 1.100 per 1 yuan.

Tidak hanya bisa menyewa busana dan berfoto-foto, namun Anda juga dapat membeli cendera mata khas China yang banyak dijual di Tembok China, dengan kisaran harga antara 5 sampai 75 yuan, yakni, mulai dari gantungan kunci, lukisan miniatur tembok China, dan topi serta berbagai cendera mata yang dapat Anda jadikan sebagai kenang-kenangan.

Fungsi tembok China yang dulunya sebagai kubu pertahanan militer kini sudah tidak terlihat lagi, dan yang dapat anda nikmati adalah keindahan arsitekturnya yang tetap masih melekat dan membuat Anda terkagum-kagum. Keindahan tembok tersebut tercermin pada kemegahannya, kekuatan, dan kebesaran serta tata letaknya diatas gunung. Bagaimana kejauhan mata Anda memandang, maka akan terlihat sejauh lekukan tembok china masih terlihat, bagaikan naga besar yang menggeliat menyusuri pegunungan.

Kini tembok china telah menjadi tempat wisata dunia, dan merupakan hasil jerih payah yang dilengkapi dengan sejuta sejarah nenek moyang rakyat China pada zaman kuno. Jika Anda melihat dari jarak dekat, tembok tersebut penuh dengan daya tarik seni arsitektur yang beraneka ragam. Mungkin kita semua tidak dapat membayangkan, bagaimana bisa membangun tembok tersebut, sementara pada masanya belum dilengkapi dengan alat berat seperti zaman sekarang ini.

Setelah Anda melangkah kaki menaiki anak tangga dan melewati beberapa benteng dan menara api, Anda bisa dapatkan sertifikat atau hero card, yang dapat Anda jadikan sebagai sebagai bukti bahwasanya Anda telah mampu dan berhasil menapaki tembok China. Untuk mendapatkan sertifikat Anda dikenakan biaya sebesar 15 Yuan, dan untuk mendapatkan Hero Card, Anda harus membayar sebesar 40 Yuan.

Begitu Anda melangkah di gerbang masuk, Anda akan terlintas dipikiran, inilah keajaiban dunia, dan selanjutnya Anda akan menikmati kemegahan dan keindahan di sekeliling alam tembok besar Cina, yang dapat Anda jadikan sebagai pengalaman yang sangat mengasyikan. Kini tembok China sudah menjadi simbol kebanggaan bangsa Cina. Pada tahun 1987 silam, Tembok Besar China dicantumkan dalam daftar warisan dunia oleh PBB.

Sumber :
http://waspadia.blogspot.com/2012/03/sejarah-pembangunan-tembok-besar-china.html
SelengkapnyaSejarah Berdirinya Tembok Besar China

Sejarah Berdirinya Menara Eiffel di Paris, Prancis

Posted by Aris Fourtofour

Sejarah Berdirinya Menara Eiffel di Paris, Prancis- Struktur ini dibangun antara 1887 dan 1889 sebagai pintu masuk Exoposition Universelle. Eiffel sebenarnya berencana membangun menara di Barcelona, untuk Pameran Universal 1888, tapi para pihak yang bertanggung jawab di balai Kota Barcelona menganggapnya aneh dan mahal, dan tidak cocok.
Sejarah Berdirinya Menara Eiffel di Paris, Prancis
Menara Eiffel sebetulnya dibangun sebagai gerbang l’Exposition Universelle 1889, sebuah World’s Fair yang bertepatan dengan 100 tahun Revolusi Perancis. Meskipun kecaman dan protes yang keras dari penduduk Paris dan kalangan intelektual proses pembangunan Menara Eiffel tetap dilakukan mulai dari 1887 hingga 1889. Menara ini diresmikan 31 Maret 1889 dengan bendera berkibar di puncaknya. dan dibuka untuk umum pada 6 Mei pada tahun yang sama. Biro perencana Eiffel membuat 5.300 gambar detail dari 18.000 potong bagian berbeda. Besi baja dikaitkan dalam bentuk persilangan dari 18.038 biji yang diperkuat dengan 2.500.000 paku Kerangka karya Tuan Gustave Eiffel ini tahan angin, walaupun bahannya dari besi dan berat menara hanya 7.300 ton.

Tinggi menara Eiffel dari tanah sampai tiang bendera mencapai 312.27 meter pada tahun 1889, sekarang 324 meter dengan antenanya. Saat ini, berbagai perusahaan televisi Perancis memasang antena mereka di puncak Menara Eiffel. Angin dapat menyebabkan menara ini bergoyang sebanyak 6-7 cm dan panas dapat menyebabkan puncak menara menjauh hingga 18 cm dari matahari. Menara Eiffel ini sendiri sempat memegang rekor bangunan tertinggi selama 40 tahun. Dimiliki oleh Pemerintah Daerah Paris dan dikelola oleh perusahaan swasta, "Société Nouvelle de l'Exploitation de la Tour Eiffel", kerangka besi ini direnovasi setiap 7 tahun sekali dan dicat dengan 50 ton cat. Renovasinya digarap olah pekerja yang manguasai olah raga alpinis dan akrobatis.

Pembangunan: Tahun 28 Januari 1887 – 30 Maret 1889 (2 tahun, 2 bulan, 5 hari).
Yang membangun: Gustave Alexandre Eiffel.
Arsitek: Charles Leon Stephen Sauvestre.
Biaya: 7.400.000 Frances.
Bahan bangunan: Menara terbuat dari besi tempa.Pondasi terbuat dari beton bertulang.
Tinggi: 300,65 m (tanpa antena), 324 m(dengan antena).
Panggung 1: Tinggi 57,63 m, luas permukaan dasar 4.200 m2.
Panggung 2: Tinggi 115,73 m, luas permukaan dasar 1.400 m2.
Panggung 3: Tinggi 276,13 m, luas permukaan dasar 350 m2.
Berat: 7.000 ton.
Lift (elevator): Pada tahun 1889 dilengkapi dengan elevator (lift).
Jumlah tangga: 1710 langkah (step).
SelengkapnyaSejarah Berdirinya Menara Eiffel di Paris, Prancis

Sejarah Menara Pisa (Menara Miring Pisa) Italia

Posted by Aris Fourtofour

Sejarah Menara Pisa (Menara Miring Pisa) Italia- Di Italia banyak sekali bangunan-bangunan kuno yang menakjubkan salah satunya adalah menara pisa ini. Menara ini begitu terkenal karena bangunannya miring hingga 5 meter.

Menara Miring Pisa (Bahasa Italia: Torre pendente di Pisa atau disingkat Torre di Pisa) adalah sebuah campanile atau menara lonceng katedral di kota Pisa, Italia.
Sejarah Menara Pisa (Menara Miring Pisa) Italia
Sejarah Menara Pisa (Menara Miring Pisa) Italia
Sejarah Pisa dimulai sekitar 180 tahun sebelum Masehi di tepi Sungai Arno, sekitar sepuluh mil pedalaman dari Laut Tyrrhenian. Dikenal sebagai Pisae, kota ini merupakan bagian dari koloni kekaisaran Romawi.

Pada tahun 1075, negarawan sekaligus tetua kota Pisa mengembangkan kode hukum yang dikenal sebagai "conseutudini di mare". Aturan-aturan ini menciptakan lingkungan hukum yang memungkinkan kamar dagang dari Pisa untuk tumbuh dan sejahtera. Dan di abad ke-12 kota Pisa menjadi salah satu kota terkaya di Eropa yang telah menikmati serangkaian kemenangan militer dan mempunyai monumen bersejarah untuk prestasi besarnya.

Sejarah menara Pisa tertulis sejak tahun 1172, ketika seorang janda kaya bernama Berta di Bernardo meninggalkan wasiat berupa 60 koin emas agar digunakan untuk membeli batu sebagai modal pertama pembangunan sebuah menara lonceng untuk Katedral di pusat kota.

Konstruksi yang dimulai pada bulan Agustus setahun berikutnya itu ternyata membutuhkan waktu selama kurang-lebih 200 tahun untuk merampungkannya hingga akhirnya menara ini menjadi salah satu arsitektur yang paing dikagumi di seluruh dunia karena keanggunan dari kecenderungan kemiringannya yang luar biasa. Sungguh pencapaian yang spektakuler bagi sebuah menara lonceng Katedral.

Meskipun hingga saat ini arsitek aslinya masih simpang siur dan terselubung misteri, namun banyak orang meyakini bahwa perancang menara Pisa dikaitkan kepada Guglielmo dan Bonanno Pisano, seorang seniman lokal yang mempopulerkan cetakan perunggunya di dalam Pisa Duomo.
Pada awalnya menara Pisa berdiri vertikal seperti menara-menara lain pada umumnya, namun keanehan mulai terdeteksi 12 tahun kemudian (1185). Tanda-tanda pertama yaitu penurunan dari tanah, yang menyebabkan kecenderungan bagi menara dan mengakibatkan kemiringan ke utara.

Konstruksi ulang dimulai kembali pada tahun 1275 oleh Giovanni di Simone dan selesai pada paruh kedua abad ke-14. Dengan rancangan melingkar, hal tersebut menunjukkan tema loggia kecil dengan lengkungan pada kolom dinding. Di bagian dalam Menara Pisa terdapat 294 anak tangga, sedangkan pada bagian atas berakhir dengan sel menara silinder berdiameter lebih rendah dari bagian tengah menara. Dan di pintu masuk bagian ini terdapat patung Madonna dengan anaknya, yang diduga berasal dari Andrea Guardi dan sekarang diawetkan di Museum Opera Dome.

Tinggi menara Pisa adalah 55,86 m dari permukaan tanah dan beratnya diperkirakan mencapai 14.500 ton. Sejauh ini menara Pisa bertahan selama delapan abad dan prosedur yang dilakukan untuk melestarikan menara terkepung oleh generasi mendatang. Pasalnya menara ini menggeser 1,2 milimeter lebih jauh setiap tahunnya. Apalagi ketika Katedral Pavia runtuh di tahun 1989 dan menewaskan empat orang, pemerintah Italia akhirnya tidak mengizinkan para wisatawan untuk mendaki menara Pisa hingga sekarang.

Sejak saat itu perkumpulan komite dari insinyur dan sejarawan seni mulai berupaya untuk mencegah keruntuhan menara. Beberapa usulan aneh telah dibuat seperti menempelkan balon helium ke sisi utara. Walaupun rencana terbaru dari Komite ini belum selesai, namun mereka yakin bahwa daya tarik Pisa akan tetap ada selama beberapa puluh tahun ke depan.
SelengkapnyaSejarah Menara Pisa (Menara Miring Pisa) Italia

Sejarah Taj Mahal di India

Posted by Aris Fourtofour

Sejarah Taj Mahal di India- Taj Mahal berdiri kokoh di Agra, sebuah kota kecil di Negara Bagian Utara Pradesh yang berjarak sekitar 200 kilometer di selatan New Delhi, India. Keindahan dan kemegahan Taj Mahal telah memberikan inspirasi kepada para seniman dalam melahirkan karya-karya terindahnya dalam berbagai bentuk. 

Cerita keabadian cinta yang mengilhami pembangunannya telah menarik pengunjung dari berbagai belahan dunia untuk menyaksikannya.

Sejarah Taj Mahal di India
Sejarah Taj Mahal di India
Mahakarya manusia yang masih dikagumi hingga kini itu merupakan kompleks pemakaman yang dibangun dengan memadukan gaya arsitektur Persia, Turki, Islam, dan India. Pada tahun 1983 Taj Mahal diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO..

Nah, Kali ini Kumpulan Sejarah akan menyajikan secara lengkap bagaimana sejarah didirikannya Taj Mahal di India untuk menambah wawasan sobat semua tentang bangunan bersejarah ini. Berikut informasi selengkapnya yang telah penulis rangkum dari berbagai sumber.

Taj Mahal di kenal sebagai contoh karya arsitektur muslim India. Selain itu, Taj Mahal dikenang sebagai lambang cinta abadi Kaisar Shan Jahan untuk istrinya Mumtaz Mahal. Taj Mahal merupakan simbol cinta dan hasrat.

Taj Mahal dibangun Kaisar Mogul ke lima itu antara tahun 1631-1648 untuk mengenang, Arjuman Bano Begum, atau lebih dikenal sebagai Mumtaz Mahal.

Awalnya, Shan Jahan hanya menyebut masjid itu hanya sebagai makam Mumtaz Mahal, namun akhirnya berkembang menjadi Taj Mahal. Taj Mahal jika diterjemahkan berarti "Istana Mahkota", sebuah perluasan dari nama Mumtaz Mahal yang berasal dari Persia.

Mumtaz Mahal meninggal di usia 39 tahun, ketika melahirkan anak ke-14 pada tahun 1631. Kematian Sang Permaisuri ini membuat Sang Raja begitu berduka. Sebelum meninggal, Mumtaz berpesan "ingin dibuatkan makam yang tak pernah disaksikan dunia sebelumnya untuk mengenangnya".

Shah Jahan memerintahkan Ustaz Ahmad membentuk bangunan ini. Ustaz Ahmad mengumpulkan 20.000 orang pekerja yang terdiri daripada tukang batu, tukang emas, dan pengukir yang termasyhur dari seluruh dunia. Arsitek yang paling terampil, tatahan pengrajin, ahli kaligrafi, pemahat batu dan tukang batu datang dari seluruh India dan daerah yang jauh seperti Persia dan Turki. Master tukang batu itu dari Baghdab, seorang ahli dalam membangun kubah ganda dari Persia, dan seorang spesialis tatahan dari Delhi.

Dengan bumbung, kubah dan menara yang diperbuat daripada marmar putih, serta seni mozek yang indah, Taj Mahal merupakan salah satu daripada Tujuh Benda Ajaib di dunia. Sebanyak 43 jenis batu permata, termasuknya berlian, jed, kristal, topaz dan nilam telah digunakan. Pembinaan Taj Mahal menelan masa selama 22 tahun. Bahan bangunan didatangkan dari seluruh India dan Asia Tengah dengan menggunakan 1000 gajah. Dan berdirilah kubah utama setinggi 57 meter.

28 batu-batuan indah dari berbagai wilayah Asia digunakan. Seperti batu pasir merah dari Fatehpur Sikri, jasper dari Punjab, jade dan kristal dari Cina, batu pirus dari Tibet, lapis lazuli dan safir dari Srilanka, batubara dan batu kornelian dari Arab, dan berlian dari Panna. Lantainya pun terbuat dari pualam yang bercahaya dari Makrana, Rajasthan.

Tak seperti makam Mughal lainnya, taman Taj Mahal berada di depan makam. Latar belakang Taj Mahal adalah langit, sehingga Taj Mahal terlihat begitu gemerlap dengan warna. Komposisi bentuk dan garisnya pun simetris sempurna.

Taj Mahal menggabungkan bentuk tradisi seni Persia dan seni Mughal awal. Inspirasi khusus datangnya dari Dinasti Timurid dan bangunan Mughal termasuk; Gur-e Amir (makam Timur, pengasas dinasti Mughal, di Samarkand),makam Humayun, Makam Itmad-Ud-Daulah (yang disebut sebagai Bayi Taj), dan Masjid Jama. Sementara bangunan Mughal awal biasanya dibangun dari batu pasir merah, Shah Jahan menganjurkan penggunaan marmar putih dihias dengan batu separa bernilai, dan bangunan di bawah naungannya mencapai tahap kehalusan baru.
SelengkapnyaSejarah Taj Mahal di India

Sejarah Permainan Skateboard

Posted by Aris Fourtofour on Sabtu, 23 Maret 2013

Sejarah Permainan Skateboard- Skateboard pertama kali ditemukan pada pertengahan tahun 1950, seiring dengan perkembangan era surfing di daerah California, Amerika Serikat. Pertama kali muncul, skateboard masih diciptakan oleh tangan manusia dan terbuat dari kayu yang gabungkan dengan ban sepatu roda dan disambungakan oleh trucks dari sepatu roda juga yang sangat tebal dan berat. Pada saat itu orang juga belum mengenal nama ‘skateboard’, melainkan ‘sidewalk surfing’.
Sejarah Permainan Skateboard
Sejarah Permainan Skateboard
Masa-masanya dimulai ketika Marty McFly menggunakannya dalam sebuah film yang berjudul “Back To The Future”, disini Marty menggunakan media skateboard sebagai alat transportasinya.

Pertengahan tahun 1960, skateboard menjadi permainan yang cukup mainstream di Amerika. Dua buah brand, yaitu Hobie dan Makaha melihat celah tersebut dan mulai memproduksi skateboard, jadi para penikmat permainan ini tidak perlu lagi bersusah payah untuk membuat skateboard. Mereka dapat membeli langsung dan langsung memainkannya.

Popularitas skateborad mulai meningkat ketika sebuah majalah lokal yang membahas permainan ini mulai terbit, yaitu Skateboarder Magazine. menjadi sebuah media yang sangat membantu para skateboarder untuk lebih mengetahui secara lengkap mengenai hal ini. Makaha sebagai salah satu brand pada waktu itu benar-benar mengeruk keuntungan yang luar biasa, yaitu sebanyak 4 juta dolar Amerika dalam jangka aktu dua tahun saja (1963-1965).

Second Generation


Awal tahun 1970, Frank Nasworthy memulai kariernya di dunia skateboard dnegan merancang skateboard dengan bahan polyurethane yang lebih tenar dengan nama “Cadillac”. Melihat kejayaan skateboard, maka semakin banyak perusahaan-perusahaan yang saling berlomba-lomba untuk menjadikan lahan ini sebagai ladang bisnis mereka. Salah satunya ialah Tracker Trucks yang berdiri pada tahun 1976. Skateboard yang dihasilkannya pun jauh lebih bagus dari skateboard yang sebelumnya di pasaran, Banana Board menjadi papan yang cukup menjadi trend pada saat itu, bentuknya yang ringkas dan elastis membuat papan yang satu ini laris di pasaran. Belum lagi permainan warna dan desain yang sangat menarik yang terdapat pada papan tersebut.

Kejayaan tersebut memang tidak bertahan lama, biaya yang sangat besar untuk membuat skate park menjadi sebuah masalah pada era tersebut, dan akhirnya pada awal tahun 1980 skateboard mulai tidak terdengar lagi beritanya.

Third Generation

Setelah menghilang selama lumayan lama, permainan skateboard mulai bangkit lagi pada pertengahan tahun 1980. Pada era ini banyak skateboarders yang mulai kreatif dan memiliki dana yang cukup sehingga mereka mampu membuat vert ramp yang menjadi lahan untuk bermain skateboard.

Jika pada awalnya para skateboarder hanya bermain dengan cara meluncur saja, maka sudah saatnya para pemain tersebut berterima kasih kepada Alan Gelfand. Alan adalah orang yang pertama kali menemukan teknik ollie, maka dari itu namanya lebih banyak dikenal dengan sebutan Alan “Ollie” Gelfand.

Setelah Alan Gelfand, maka kini giliran Rodney Mullen yang memberikan sentuhan baru pada dunia skateboard. Mullen menciptakan sebuah gaya baru yang cukup ekstrim yaitu freestyle skating yang merupakan langkah awal dari modern skateboard. Gaya-gaya seperti flatground ollie, the ollie kickflip, the heelflip dan 360 flip merupakan ciptaannya karena bosan dengan gaya yang itu-itu saja. Setelah itu barulah gaya-gaya yang lainnya tercipta seperti with short noses, slide rails dan large soft wheels.

Bosan dengan skatepark, maka para skateboarder mulai mencari sesuatu yang lebih menantang, hingga akhirnya sarana umum seperti tempat perbelanjaan, trotoar dan taman kota menjadi ladang bagi mereka. Gaya permainan mereka yang cukup ekstrim akhirnya mendapat perhatian yang ekstra ketat dari pihak berwajib, dari terguran hingga sanksi yang berat menjadi hal yang harus diterima oleh para skaters yang tertarngkap. Namun itu semua tidak membuat jera mereka, bahkan di beberapa negara akhirnya mulai mengikuti cara bermain seperti itu bahkan di Indonesia sendiri pun juga ikut terjangkit virus tersebut.

The Fourth Generation

Papan skate pun mulai menunjukan perubahannya kembali. Lebar papan kini mencapai 8 inci dengan panjang 30 sampai 32 inci dengan ban yang terbuat dari polyurethane. Steve Caballero menjadi salah satu pelopor pada era ini. Selain bentuk papan baik itu desain, gaya para skaters pun terlihat lebih menarik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Gaya berpakaian mereka secara tidak langsung juga terinspirasi oleh musik-musik yang biasa didengarkan para skaters, mulai dari black music hingga musik cadas. Celana jeans yang dipadukan dengan t-shirt menjadi salah satu pilihan wajib.

Sumber :
http://www.apasih.com/2011/05/inilah-sejarah-singkat-skateboard-dan.html
SelengkapnyaSejarah Permainan Skateboard

Sejarah Seni Beladiri Muay Thai (Thai Boxing)

Posted by Aris Fourtofour

Sejarah Seni Beladiri Muay Thai (Thai Boxing)- Muay Thai adalah olahraga tempur dengan asal-usul yang ditetapkan jauh di dalam sejarah Thailand. Muay (tinju) Thai diucapkan Muay Thai oleh Thailand asli. Muay Thai adalah olahraga pertempuran brutal dan atletis, dengan peserta memanfaatkan tinju, siku, lutut dan kaki sebagai senjata yang dominan dengan lawan. Muay Thai dipraktekkan secara luas di Thailand, dengan partisipasi internasional secara signifikan berkembang selama dekade terakhir.
Sejarah Seni Beladiri Muay Thai (Thai Boxing)
Sejarah Seni Beladiri Muay Thai (Thai Boxing)
Thai boxing memiliki nilai sejarah yang dihargai oleh orang-orang yang berlatih olahraga. Ini sejarah yang membentuk budaya Thai boxing telah dikembangkan selama berabad-abad pertempuran militer dan kerajaan, pengaruh agama, makna budaya, pembangunan sosial, dan dukungan pemerintah.

Muaythai atau Thai Boxing berkembang sejak hampir 1000 tahun yang lalu di Thailand dan telah menjadi olahraga nasional bangsa Thailand. Asal mula olahraga ini bernama Krabbi Krabbong. Pada masa pemerintahan Raja Phra Cao Sua (1702), yang juga dikenal dengan “Tiger King”, beliau mengajarkan Muaythai pada seluruh bala tentaranya. Raja sangat mencintai Muaythai.

Tahun 1774 telah dikenal petarung bernama Nai Khanom Tom, karena perangnya melawan Burma. Waktu itu ia tertangkap bersama dengan beberapa orang dari kota Siam (sekarang Thailand) yang bernama Ayyuthaya, lalu dipenjara di Burma. Nai Khanom Tom adalah petarung hebat pada masanya. Ia mewakili teman-temannya dalam sebuah kontes pertarungan yang diadakan Raja Mangra. Tanpa halangan ia pun berhasil mengalahkan sepuluh petarung terbaik Burma sekaligus dengan tangan kosong. Setelah itu Raja memberikan kebebasan sebagai hadiahnya, dan ia pun kembali ke Ayyuthaya sebagai seorang pahlawan.

Sejak itu seluruh tentara di Thailand berlatih untuk menggunakan Muaythai sebagai bekal apabila mereka perang jarak dekat tanpa senjata. Sejarah tersebut telah melegenda di seluruh pelosok dan menjadi bagian dari kebudayaan Thailand. Sekarang semua orang di Thailand sangat akrab dengan olahraga Muaythai ini sejak masih anak-anak. Bahkan disetiap desa sering melakukan kejuaraan-kejuaraan untuk mempunyai juara-juara yang tangguh.

Memadukan tehnik tendangan, sapuan kaki, lompatan, tehnik siku dan pukulan yang benar-benar ampuh. Bagi yang pernah nonton film Ong Bak pasti kenal ilmu bela diri ini. Disitu Tony Jaa memainkan Muay Thai tanpa trik-trik atau tipuan kayak film-film silat Hongkong.

Nai Khanom Tom dianggap sebagai petinju paling terkenal dalam sejarah Thai boxing. Dia adalah petinju pertama yang telah berjuang di negara lain. Setelah dipenjarakan oleh Burma selama perang Nai Khanom Tom ditantang untuk melawan 10 dari Bando petinju terbaik Burma. Dia mengalahkan semua satu demi satu dan diberikan kebebasan kembali ke Siam.

Bentuk tinju dan tempur di Thailand selama periode bersejarah ini dikenal sebagai Muay Boran, dan digunakan sebagai bentuk signifikan pertempuran militer, karena bertempur sampai mati. Muay Korat adalah gaya tertentu Muay Boran yang dipraktekkan di jantung sekarang dari Muay Thai, wilayah utara-timur Thailand, Issan. Muay Korat penekanan ditempatkan pada kekuatan, dengan pemogokan Buffalo dikatakan begitu kuat sehingga bisa mengambil Buffalo dengan serangan tunggal.

Muay Boran akhirnya menjadi bagian dari masyarakat Siam dengan peristiwa yang dipentaskan di festival dan pertunjukan, sementara masih dipertahankan sebagai bentuk pertempuran militer.

Legenda mengatakan bahwa dalam bentuk bersejarah prajurit Thai tinju mengenakan rami tangan terikat dicelupkan ke dalam resin atau pati. Dalam pertempuran yang ekstrim tangannya tambahan tertutup pecahan kaca membuatnya menjadi perjuangan untuk kontes kematian, seperti yang terlihat dalam film kickboxer terkenal.

Raja Chulalongkorn (Rama V) menghidupkan kembali praktek Muay Thai di Siam dengan elevasi ke tahta pada tahun 1868. Seni itu berubah menjadi olahraga dengan partisipasi berlangsung untuk membantu dalam latihan fisik, bela diri, rekreasi dan kemajuan pribadi. Kamp pelatihan didirikan di seluruh negeri untuk memungkinkan praktek untuk dipertahankan dan dikembangkan. Kamp modern sangat sedikit membawa etika dan tradisi dari kamp-kamp asli. Sayangnya kamp modern telah didirikan di destinasi pariwisata yang pada dasarnya bertentangan dengan tujuan kamp-kamp pelatihan terpencil asli.

Muay Thai modern disebut sebagai 'The Art of Delapan Tungkai', dan telah dipengaruhi oleh tinju Barat modern dengan penerapan sarung tinju dan cincin persegi bertali yang memiliki asal-usul di barat tinju.

Suatu bagian penting dari tradisi tinju di Thailand yang masih berdiri saat ini dalam berlatih dari Kru Wai, tarian ritual pertarungan pra yang memberikan penghormatan kepada pelatih kombatan. Wai adalah istilah yang digunakan untuk menundukkan kepala dalam hormat dan berasal dari tradisi Buddhis, dan guru Kru makna. Muay Thai pelatih juga disebut sebagai Aa-Jarn, namun Kru lebih tepat.
SelengkapnyaSejarah Seni Beladiri Muay Thai (Thai Boxing)

Sejarah Permainan Traditional Egrang

Posted by Aris Fourtofour

Sejarah Permainan Traditional Egrang- Egrang adalah alat permainan tradisional yang terbuat dari 2 batang bambu dengan ukuran selengan orang dewasa, sedangkan untuk tumpuan bawah bambunya agak besar. Permainan ini sudah tidak asing lagi, mekipun di berbagai daerah di kenal dengan nama yang berbeda beda. saat ini juga sudah mulai sulit di temukan, baik di desa maupun di kota, Permainan Egrang sendiri sudah ada sejak dahulu kala dan merupakan permainan yang membutuhkan ketrampilan dan keseimbangan tubuh.
Sejarah Permainan Traditional Egrang
Sejarah Permainan Traditional Egrang
Kali ini Kumpulan Sejarah akan mengulas Sejarah permainan traditional Egrang yang merupakan salah satu permainan rakyat yang harus kita jaga keberadaannya.

Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti: sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut batungkau.

Permainan Egrang sendiri sangat unik  karena sangat dibutuhkan ketrampilan dan keseimbangan tubuh bila menaikinya, makanya tidak semua orang baik orang dewasa maupun anak anak bisa bermain Egrang. Bentu Egrang disesuaikan dengan pemakainya sesuai dengan umur si pemakai, bila yang bermain orang Dewasa  maka pembuatanya pun panjang dan tinggi, sedangkan untuk anak anak bentuk dan ukuranya pun pendek.

Egrang terbuat dari batang bambu dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50 cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20 cm.

Pemain

Permainan egrang dapat dikategorikan sebagai permainan anak-anak. Pada umumnya permainan ini dilakukan dilakukan oleh anak laki-laki yang berusia 7-13 tahun. Jumlah pemainnya 2-6 orang.

Tempat dan Peralatan Permainan

Permainan egrang ini tidak membutuhkan tempat (lapangan) yang khusus. Ia dapat dimainkan di mana saja, asalkan di atas tanah. Jadi, dapat di tepi pantai, di tanah lapang atau di jalan. Luas arena permainan tilako ini hanya sepanjang 7--15 meter dan lebar sekitar 3-4 meter.

Peralatan yang digunakan adalah dua batang bambu bata (volo vatu) yang relatif lurus dan sudah tua dengan panjang masing-masing antara 1,5-3 meter. Cara membuatnya adalah sebagai berikut. Mula-mula bambu dipotong menjadi dua bagian yang panjangnya masing-masing sekitar 2½-3 meter. Setelah itu, dipotong lagi bambu yang lain menjadi dua bagian dengan ukuran masing-masing sekitar 20-30 cm untuk dijadikan pijakan kaki. Selanjutnya, salah satu ruas bambu yang berukuran panjang dilubangi untuk memasukkan bambu yang berukuran pendek. Setelah bambu untuk pijakan kaki terpasang, maka bambu tersebut siap untuk digunakan.

Aturan Permainan

Aturan permainan egrang dapat dibagi menjadi dua, yaitu perlombaan lari dan pertandingan untuk saling menjatuhkan dengan cara saling memukulkan kaki-kaki bambu. Perlombaan adu kecepatan biasanya dilakukan oleh anak-anak yang berusia antara 7-11 tahun dengan jumlah 2--5 orang. Sedangkan, permainan untuk saling menjatuhkan lawan biasanya dilakukan oleh anak-anak yang berusia antara 11-13 tahun dengan menggunakan sistem kompetisi.

Jalannya Permainan

Apabila permainan hanya berupa adu kecepatan (lomba lari), maka diawali dengan berdirinya 3-4 pemain di garis start sambil menaiki bambu masing-masing. Bagi anak-anak yang kurang tinggi atau baru belajar bermain egrang, mereka dapat menaikinya dari tempat yang agak tinggi atau menggunakan tangga dan baru berjalan ke arah garis start. Apabila telah siap, orang lain yang tidak ikut bermain akan memberikan aba-aba untuk segera memulai permainan. Mendengar aba-aba itu, para pemain akan berlari menuju garis finish. Pemain yang lebih dahulu mencapai garis finish dinyatakan sebagai pemenangnya.

Sedangkan, apabila permainan bertujuan untuk mengadu bambu masing-masing pemain, maka diawali dengan pemilihan dua orang pemain yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. Setelah itu, mereka akan berdiri berhadapan. Apabila telah siap, peserta lain yang belum mendapat giliran bermain akan memberikan aba-aba untuk segera memulai permainan. Mendengar aba-aba itu, kedua pemain akan mulai mengadukan bambu-bambu yang mereka naiki. Pemain yang dapat menjatuhkan lawan dari bambu yang dinaikinya dinyatakan sebagai pemenangnya.

Nilai Budaya


Nilai budaya yang terkandung dalam permainan egrang adalah: kerja keras, keuletan, dan sportivitas. Nilai kerja keras tercermin dari semangat para pemain yang berusaha agar dapat mengalahkan lawannya. Nilai keuletan tercermin dari proses pembuatan alat yang digunakan untuk berjalan yang memerlukan keuletan dan ketekunan agar seimbang dan mudah digunakan untuk berjalan. Dan, nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. (gufron)
SelengkapnyaSejarah Permainan Traditional Egrang

Sejarah dan Misteri Benua Atlantis

Posted by Aris Fourtofour

Sejarah dan Misteri Benua Atlantis- Benua Atlantis ( Benua yang hilang ) ternyata menyimpan misteri sepanjang sejarah. Istilahnya, mulai dari jaman bahula sampai sekarang ini tetep menyisakan tanda tanya bagi umat manusia. Berikut ini perjalanan sepanjang sejarah mengenai Benua Atlantis yang hilang karena peradabannya.
Sejarah dan Misteri Benua Atlantis
Sejarah dan Misteri Benua Atlantis
Plato, filsuf kelahiran Yunani (Greek philosopher) yang hidup 427-347 Sebelum Masehi (SM) adalah salah seorang murid Socrates, filsuf arif bijaksana, yang kemudian tewas diracun oleh penguasa Athena yang dzolim pada tahun 399 SM. Setelah kematian gurunya, Plato sering bertualang, termasuk perjalanannya ke Mesir. Pada tahun 387 SM dia kembali ke Athena dan mendirikan Academy, sebuah sekolah ilmu pengetahuan dan filsafat, yang kemudian menjadi model buat universitas moderen saat ini. Murid yang paling terkenal dari Academy tersebut adalah Aristoteles yang ajarannya punya pengaruh yang hebat terhadap filsafat sampai saat ini.

Demi pemeliharaan nilai Academy, banyak karya Plato yang terselamatkan. Kebanyakan karya tulisnya berbentuk surat-surat dan dialog-dialog, yang paling terkenal adalah Republic. Karya tulisnya mencakup subjek yang terentang dari ilmu pengetahuan sampai kepada kebahagiaan, dari politik hingga ilmu alam. Dua dari dialognya, timaeous and critias memuat satu2nya referensi orsinil tentang pulau atlantis ( the island of atlantis). Plato menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.

Penelitian yang dilakukan oleh Aryos Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Bukanlah suatu kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti sekarang ini.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Nenek Moyang bangsa Atlantis
"Poseidon dan Cleito memiliki lima pasang anak kembar laki-laki. Ia lalu membagi pulau Atlantis menjadi sepuluh bagian. Ia memberikan kepada anak tertua dari pasangan kembar pertama tempat kediaman ibu mereka dan wilayah yang mengelilinginya yang merupakan tanah terluas dan terbaik. Ia juga menjadikannya raja atas saudara-saudaranya. Poseidon memberi nama anak itu Atlas. Dan karenanya seluruh pulau dan samudera itu disebut Atlantik." (Critias)

Kemakmuran Bangsa Atlantis

"Tanah Atlantis adalah tanah yang terbaik di dunia dan karenanya mampu menampung pasukan dalam jumlah besar." (Critias)

"Tanah itu juga mendapatkan keuntungan dari curah hujan tahunan, memiliki persediaan yang melimpah di semua tempat." (Critias)

"Orichalcum bisa digali di banyak wilayah di pulau itu. Pada masa itu Orichalcum lebih berharga dibanding benda berharga apapun, kecuali emas. Di pulau itu juga banyak terdapat kayu untuk pekerjaan para tukang kayu dan cukup banyak persediaan untuk hewan-hewan ternak ataupun hewan liar, yang hidup di sungai ataupun darat, yang hidup di gunung ataupun dataran. Bahkan di pulau itu juga terdapat banyak gajah" (Critias)

Struktur Masyarakat Atlantis

"Pada masa itu, wilayah Atlantis didiami oleh berbagai kelas masyarakat. Ada tukang batu, tukang kayu, ada suami-suami dan para prajurit. Bagi para prajurit, mereka mendapat wilayah sendiri dan semua keperluan untuk kehidupan dan pendidikan disediakan dengan berlimpah. Mereka tidak pernah menganggap bahwa kepunyaan mereka adalah milik mereka sendiri. Mereka menganggapnya sebagai kepunyaan bersama. Mereka juga tidak pernah menuntut makanan lebih banyak dari yang dibutuhkan." (Critias)

"Para prajurit ini tinggal di sekitar kuil Athena dan Hephaestus di puncak bukit. Di tempat itu mereka kemudian membuat pagar untuk melindungi tempat itu. Di sebelah utara, mereka membangun ruangan untuk makan di musim dingin dan membuat bangunan-bangunan yang dapat digunakan untuk kebutuhan bersama." (Critias)

"Mereka tidak memuja emas dan perak karena bagi mereka, semua itu tidak ada gunanya. mereka juga membangun rumah sederhana dimana anak-anak mereka dapat bertumbuh." (Critias)

'Inilah cara mereka hidup, mereka menjadi penjaga kaum mereka sendiri dan menjadi pemimpin bagi seluruh kaum Helenis yang dengan sukarela menjadi pengikut mereka. Lalu mereka juga menjaga jumlah perempuan dan laki-laki dalam jumlah yang sama untuk berjaga-jaga bila terjadi perang. Dengan cara inilah mereka mengelola wilayah mereka dan seluruh wilayah Hellas dengan adil. Atlantis menjadi sangat termashyur di seluruh Eropa dan Asia karena ketampanan dan kebaikan hati para penduduknya." (Critias)

Teknologi Atlantis
"Mereka membangun kuil, istana dan pelabuhan-pelabuhan. Mereka juga mengatur seluruh wilayah dengan susunan sebagai berikut : pertama mereka membangun jembatan untuk menghubungkan wilayah air dengan daratan yang mengelilingi kota kuno. Lalu membuat jalan dari dan ke arah istana. Mereka membangun istana di tempat kediaman dewa-dewa dan nenek moyang mereka yang terus dipelihara oleh generasi berikutnya. Setiap raja menurunkan kemampuannya yang luar biasa kepada raja berikutnya hingga mereka mampu membangun bangunan yang luar biasa besar dan indah." (Critias)

"Dan mereka membangun sebuah kanal selebar 300 kaki dengan kedalaman 100 kaki dan panjang 50 stadia (9 km). Mereka juga membuat jalan masuk yang cukup besar untuk dilewati bahkan oleh kapal terbesar dan Lewat kanal ini mereka dapat berlayar menuju zona terluar." (Critias)

Kehancuran Pulau Atlantis
"9.000 tahun adalah jumlah tahun yang telah berlangsung sejak perang yang terjadi antara mereka yang berdiam di luar pilar-pilar Herkules dengan mereka yang berdiam di dalamnya. Perang inilah yang akan aku deskripsikan." (Critias)

"Pasukan yang satu dipimpin oleh kota-kota Athena. Di pihak lain, pasukannya dipimpin langsung oleh raja-raja dari Atlantis, yaitu seperti yang telah aku jelaskan, sebuah pulau yang lebih besar dibanding gabungan Libya dan Asia, yang kemudian dihancurkan oleh sebuah gempa bumi dan menjadi tumpukan lumpur yang menjadi penghalang bagi para penjelajah yang berlayar ke bagian samudera yang lain." (Critias)

"Banyak air bah yang telah terjadi selama 9.000 tahun, yaitu jumlah tahun yang telah terjadi ketika aku berbicara. Dan selama waktu itu juga telah terjadi banyak perubahan. Tidak pernah terjadi dalam sejarah begitu banyak akumulasi tanah yang jatuh dari pegunungan di satu wilayah. Namun tanah telah berjatuhan dan menimbun wilayah Atlantis dan menutupinya dari pandangan mata." (Critias)

"Karena hanya dalam semalam, hujan yang luar biasa lebat menyapu bumi dan pada saat yang bersamaan terjadi gempa bumi. Lalu muncul air bah yang menggenang seluruh wilayah." (Critias)

"Namun sesudah itu, muncul gempa bumi dan banjir yang dashyat. Dan dalam satu hari satu malam, semua penduduknya tenggelam ke dalam perut bumi dan pulau Atlantis lenyap ke dalam samudera luas. Dan karena alasan inilah, bagian samudera disana menjadi tidak dapat dilewati dan dijelajahi karena ada tumpukan lumpur yang diakibatkan oleh kehancuran pulau tesebut." (Timaeus)

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih d iliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.

Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini dip erkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni :
pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia.

Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.

Seorang peneliti Amerika mengklaim dirinya telah menemukan sisa-sisa kota hilang Atlantis di dasar Laut Mediterania timur, namun kepala arkeologi Cyprus meragukannya. Robert Sarmast, peneliti itu, mengatakan sonar yang dipakai menyisir dasar laut 80 kilometer tenggara Cyprus telah menandai adanya dinding-dinding buatan manusia, salah satunya sepanjang 3 kilometer, dan parit-parit pada kedalaman 1.500 meter.“Adalah suatu keajaiban bahwa kami menemukan dinding-dinding yang lokasi dan panjangnya sama dengan deskripsi Plato dalam tulisannya mengenai kota Atlantis,” kata Sarmast, merujuk pada filsuf Yunani yang terkenal itu.

Mengenai pernyataan di atas, pimpinan arkeolog Cyprus, Pavlos Flourentzos, menanggapi skpetis. Dikatakannya, klaim Sarmast itu haruslah didukung lebih banyak bukti.

Sarmast, adalah seorang arsitek dari Los Angeles. Ia mengabdikan 2,5 tahun waktunya untuk mencari kota hilang Atlantis yang dijelaskan dalam dialog Plato, ’the Timaeous and the Critias.’ Dengan kapal ekspedisi “Flying Enterprise,” ia meneliti wilayah itu berdasar data sonar sebelumnya yang didapat dari ekspedisi Rusia dan Prancis.

Perlu diketahui, Plato dahulu menuliskan bahwa Atlantis adalah sebuah pulau di laut barat, yang secara luas diinterprestasikan sebagai Samudra Atlantik. Sebuah gempa hebat meneggelamkan pulau itu beserta kota di atasnya. Menurut Plato, saat itu Atlantis merupakan kota berkebudayaan tinggi, dan dalam legenda, ia dihubungkan dengan suatu negara yang sejahtera. Filsuf Inggris, Francis Bacon, dalam bukunya tahun 1627 juga menyebut-nyebut negara Atlantis yang ideal dan ekspidisi yang dilakukan oleh Robert Sarmast tentunya mengatakan bahwa Atlantis bukanlah Indonesia saat ini.

Apa yang dikemukakan oleh bangsa asing dan apa yang dilakukan oleh bangsa asing tersebut adalah sebagian dari keingintahuan dari sifat manusia. Mitos sebuah benua yang hilang, mungkin juga telah menghilangkan peradaban manusia masa lalu. Peradaban yang hilang itu, mungkin merupakan sejarah perjalanan bangsa Indonesia juga. Mitos Atlantis yang dikatakan adalah Indonesia saat ini, justru bangsa ini harus belajar dari bangsa asing tentang sejarahnya sendiri. Mungkin hal ini akan mengingatkan kita semua, mempelajari diri sendiri adalah modal dasar untuk sebuah kemajuan. Fenomena UFO atau crop circles telah membuat banyak orang untuk meneliti dan menelusurinya yang akhirnya membuat manusia menciptakan tehnologi luar angkasa. Kita hanya dapat menunggu dan ketika bangsa asing mampu mendapatkan hasil, kita hanya mampu menonton. Ketika bangsa asing menjadi lebih kuat lagi, kita menjadi bangsa yang marah karena merasa didzolimi. Sesungguhnya tidak ada yang diperbuat oleh bangsa kita ketika bangsa Amerika mengklaim bahwa Atlantis itu bukan indonesia karena mitos itu bukan milik bangsa kita. Namun juga dapat kita fahami, kemungkinan apa yang disampaikan oleh Sarmast adalah demi sponsor expidisinya karena negara2 yang maju dan memiliki dana saja yang tertarik mempelajari sejarahnya.
SelengkapnyaSejarah dan Misteri Benua Atlantis

Sejarah Vespa

Posted by Aris Fourtofour

Asal Mula

Sejarah vespa dimulai lebih dari seabad silam, tepatnya 1884. Perusahaan Piaggio didirikan di Genoa, Italia pada tahun 1884 oleh Rinaldo Piaggio. Bisnis Rinaldo dimulai peralatan kapal. Tapi di akhir abad, Piaggio juga memproduksi Rel Kereta, Gerbong Kereta, body Truck, Mesin dan Kereta api. Pada Perang Dunia I, perusahaannya memproduksi Pesawat Terbang dan Kapal Laut. Pada tahun 1917 Piaggio membeli pabrik baru di Pisa dan 4 tahun kemudian Rinaldo mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera di daerah Tuscany Italia. Pabrik di Pontedera inilah yang mana menjadi Pusat produksi pesawat terbang beserta komponen-komponennya (baling-baling, Mesin dan Pesawat) Selama Perang Dunia II, pabrik di Pontedera membuat P108 untuk mesin Pesawat dua penumpang dan Versi Pembom.
Sejarah Vespa
Sejarah Vespa
Lahir Kembali

Pada akhir Perang Dunia II, pabrik Piaggio dibom oleh pesawat sekutu. Setelah perang usai, Enrico Piaggio mengambil alih Piaggio dari ayahnya (Rinaldo Piaggio). Pada saat itu perekonomian Italia sedang memburuk, Enrico memutuskan untuk mendisain alat transportasi yang murah. Enrico memutuskan untuk fokuskan perhatian perusahaannya pada masalah personal Mobility yg dibutuhkan masyarakat Italia. Kemudian bergabunglah Corradino D’Ascanio, Insinyur bidang penerbangan yang berbakat yang merancang, mengkonsep dan menerbangkan Helikopter Modern Pertamanya Piaggio. D’Ascanio membuat rancangan yang simple,ekonomis, nyaman dan juga elegan. D’Ascanio memimpikan sebuah revolusi kendaraan baru. Dengan mengambil gambaran dari tehnologi pesawat terbang, dia membayangkan sebuah kendaraan yang dibangun dengan sebuah “Monocoque” atau Unibody Steel Chassis. Garpu depan seperti Ban mendarat sebuah pesawat yang mana mudah untuk penggantian ban. Hasilnya sebuah design yg terinspirasi dari pesawat yang yang sampai saat ini berbeda dengan kendaraan yang lain.

Maka pada 1945, konstruksi alternatif tersebut ditemukan. Awalnya memang sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat bagai terowong. Mengejutkan, ternyata bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur.

Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan penggunanya, pabrikan yang kala itu masih terbilang sebagai usaha ''kaki lima'' merancang papan penutup kaki pada bagian depan. Proyek ini langsung dipimpin oleh Corradino d'Ascanio. Karena itu, hak paten pun segera dapat mereka kantongi.

Hasilnya, muncullah pertama kali produk motor dengan seri MP5. Kendaraan ini berteknologi sederhana tetapi punya bentuk yang amat menarik, bagai binatang penyengat (lebah/tawon) karena bentuk kerangkanya.

Namun, karena bentuk penutup pengaman yang bagai papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun bahkan mengatakannya sebagai motor Paperino. Harap diingat, Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck (bebek). Maka, d'Ascanio pun putar akal untuk memperbaiki model tersebut.

D’ascanio hanya membutuhkan beberapa hari untuk mengonsep ulang bentuk desain kendaraannya dan prototipnya diberi nama MP6. Saat Enrico Piaggio melihat protototip MP6 itu, ia secara tak sengaja berseru “Sambra Una Vespa” (terlihat seperti Tawon). Akhirnya dari seruan tak sengaja itu, diputuskan kendaraan ini dinamakan ‘Vespa’ (tawon dalam bahasa Indonesia). Pada April 1946, prototip MP6 ini mulai diproduksi masal di pabrik Piaggio di Pontedera, Italia.

Pada Akhir 1949, telah di produksi 35000 unit dan dalam 10 tahun telah memproduksi 1 Juta unit dan pada pertengahan tahun 1950. Selama tahun 1960-an dan 1970-an Vespa menjadi simbol dari revolusi gagasan pada waktu itu.

Perkembangan selanjutnya, produk ini ternyata laris diserap pasar Prancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Brazil, dan India -- selain di pasar domestik produk ini laku bagai kacang goreng. Selain itu, India pun memproduksi jenis dan bentuk yang sama dengan mengambil mesin Bajaj. Jenisnya adalah Bajaj Deluxe dan Bajaj Super. Sejumlah pihak lantas mengajukan lamaran untuk joint membuat Vespa. Maka pada 1950 munculah Vespa 125 cc buatan Jerman.

Pada saat itu banyak negara lain yang mencoba membuat produk serupa, tetapi ternyata mereka tak sedikit pun mampu menyaingi Piaggio. Di antara pesaing itu adalah Lambretta, Heinkel, Zundapp, dan NSU. Bagi masyarakat Indonesia, produk Lambretta dan Zundapp, sempat populer di era 1960-an.

Selidik punya selidik, fanatisme terhadap Vespa ternyata muncul akibat ciri dasar bentuk motor ini yang selalu dipertahankan pada setiap produk berikutnya. Bahkan saat mereka terbilang melakukan ''revolusi'' bentuk pada produk baru, Vespa 150 GS, kekhasan pantat bahenol masih terasa melekat.

Produk 150 GS -- kala itu dikenal sebagai Vespamore dan hampir selalu tampil di tiap film tahun 1960-an -- memang kemudi dan lampu sorotnya mulai dibuat menyatu. Tetapi, secara keseluruhan apalagi bentuk pantatnya, benar-benar masih membulat. Dan cerita terus berlanjut saat ini dengan model generasi baru Vespa, mempersembahkan Vespa ET2, Vespa ET4, Vespa Granturismo dan Vespa PX150. Vespa bukan hanya sekedar Scooter tapi salah satu Icon besar orang Italia.

Sejarah Vespa di Indonesia

“Demam Vespa” di tanah air sangat di pengaruhi oleh “Vespa Congo”. Vespa diberikan sebagai Penghargaan oleh Pemerintah Indonesiaterhadap Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Congosaat itu.

Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Vespa Congo berkeliaran di jalanan, mulailah Vespa menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua di Indonesia. Importir lokal turut mendukung perkembangan Vespa di tanah air.

Sampai saat ini sudah puluhan varian Vespa yang mampir di Indonesia. Dari yang paling tua hingga yang paling baru ada di Indonesia. Sampai saat ini Indonesia mungkin masih bisa disebut sebagai surganya Vespa. Maraknya ekspor Vespa, sedikit banyak mengurangi populasi Vespa di Indonesia.

Sumber :
http://scootersemok.blogspot.com/2011/07/sejarah-vespa.html
SelengkapnyaSejarah Vespa